Archive for March, 2008


Kp2

This is the last day where we must collect all document needed for Job Training of iForte..
Fortunately, the day was delay and we must collect it tommorow, Fiuhh,,,,
I don’t finished it yet,,
But, I’m very very confused with my decision,,,what must I do?
I hear someone tell a bad thing about it,,I’m confused..
60 % I said yes but 40% I said no,,
what should i do?
There several strong reason why I don’t apply this job,,
But think about my family financial, this job training is very helped for my parent, so my parent don’t spend much money for my job training,,
But in other side I think I can’t do this, cause of my skill, maybe in examine I can’t kept focus,, but in teamwork i can do the best,,
I won’t my friend think bad about me,,
though they are very smart than me,,, they can’t think about me like that,,
I must going ahead,,, i can’t turned back,,,
Mom, dad pray for me…
I think i can do this well…
Thanks God for your bless to me,,, I hope I can do the best,,,

KP

Kemarin ada pertemuan KP..
Kemudian ada tawaran kerja gitu,, dibilang bukan tawaran kerja sich,,tapi lamaran untuk KP aja,,,katanya sich sebuah perusahaan yang (katanya) terkenal gitu yaitu i4te ingin merekrut 20 orang mahasiswa sebagai pekerja di sana,,,
Aku berpikir sejenak sebelumnya, sepertinya ini merupakan kesempatan besar buatku,,
tapi agak ragu-ragu juga sich apa aku bisa nanti ya?
Sepertinya aku ga boleh gitu,,,aku harus siapa dengan apapun itu yang akan terjadi…

Si Katak dan si programmer

Suatu hari seorang pemuda melintasi sebuah jalan ketika seekor katak memanggilnya dan berkata, “Jika kamu menciumku, aku akan berubah menjadi seorang putri yang cantik”. Si pemuda ini kemudian berjongkok mengambil katak tersebut, kemudian memasukkannya ke dalam saku jaketnya.
Si katak kemudian berkata lagi, “Jika kamu menciumku, aku akan berubah menjadi seorang putri yang cantik, dan aku akan mengatakan kepada semua orang bahwa kamu adalah pahlawanku, dan juga betapa pandai dan pemberaninya kamu menyelamatkan aku”. Sang pemuda mengambil katak itu dari sakunya, kemudian memandanginya sejenak sebelum kemudian memasukkannya kembali ka dalam saku.
Tidak lama kemudian, katak tersebut berkata lagi, “Jika kamu menciumku, aku akan berubah menjadi seorang putri yang cantik, dan aku akan menemanimu di sepanjang pekan ini”. Sang pemuda kembali mengambil katak itu dari sakunya, kemudian memandanginya sejenak sambil tersenyum, sebelum kemudian memasukkannya kembali ka dalam saku.
Kemudian katak tersebut berteriak kepada sang pemuda, “Jika kamu menciumku, aku akan berubah menjadi seorang putri yang cantik, dan aku akan tinggal selama setahun denganmu dan melakukan apapun yang kamu mau”. Lagi-lagi sang pemuda kembali mengambil katak itu dari sakunya, kemudian memandanginya sejenak sambil tersenyum, sebelum (lagi-lagi) memasukkannya kembali ka dalam saku.
Akhirnya katak tersebut menangis dan berteriak kepada sang pemuda “Sebenarnya apa maumu??! Aku telah mengatakan kepadamu bahwa aku adalah seorang putri yang cantik, dan aku bersedia tinggal dan menemanimu selama satu tahun dan melakukan apapun maumu, tapi kenapa kamu belum juga mau menciumku??”
Kemudian sambil tertawa pemuda itu menjawab, “Tidak tahukah kamu, aku seorang programmer. Aku tidak punya banyak waktu untuk wanita, jadi menurutku katak yang dapat berbicara lebih keren daripada seorang wanita cantik”.

KAU TIDAK SENDIRIAN

Menjalani kehidupan di dunia ini, kadang kita merasakan sukacita maupun dukacita. Kadang kita berada di atas, kadang di bawah. Seperti sebuah roda yang berputar, itulah gambaran kehidupan kita.
Bagaimana keadaan anda saat ini? Anda merasa sendirian? Seolah tidak ada seorangpun yang perduli lagi. Tak ada teman berbagi beban. Tak ada teman yang dapat dipercayai.
Anda merasa dihakimi dan tersudut, seolah terlahir sebagai kambing hitam. Apa pun yang anda buat, tidak ada yang menghargainya. Apakah anda dalam kondisi seperti itu?
Anda harus tahu…anda tidak sendirian. Ada banyak yang kesepian, merasa tidak berharga, tidak dikehendaki, dan perasaan negative lainnya.
Mungkin ada berada di tengah keramaian, namun anda merasa kesepian, sebagaimana yang pernah saya alami.
Saat aku baru bertobat dan membaca ayat Firman Tuhan dalam Amsal 17:17,”Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Aku merasa sangat diberkati, sebab dalam benakku setiap orang yang mengaku dirinya Kristen mempercayai dan menghidupi kebenaran tersebut.
Saat itu aku hanyalah mantan anak geng bermotor Moonraker, pengedar dan pecandu narkoba di Bandung yang tengah bergumul untuk hidup di jalan Tuhan Yesus. Kubayangkan bahwa saudara-saudara seiman yang baru akan menyambut diriku, sebab kini kami satu keluarga di dalam Kristus Yesus. Wah, pasti menyenangkan sekali. Dengan semangat 45, aku menantikan datangnya hari Minggu dan memasuki gereja di mana biasanya keluarga besarku beribadah. Ratusan mata menatap diriku, mata yang tajam memperlihatkan ketidaksukaan mereka atas kehadiranku. Mungkin akibat rambut gondrong, celana jeans dan kaos t-shirt yang kukenakan…aku ditegur sebab menggunakan “pakaian yang tidak layak” untuk beribadah. Tidak ada seorangpun yang mau mendengar penjelasanku. Bahwa aku memang tidak punya celana kain dan kemeja…12 tahun aku bertumbuh dan besar di jalan, pakaian yang kutahu adalah jeans dan t-shirt. Belum aku terkejut dengan sikap orang-orang tersebut, datanglah salah satu anggota majelis dan menegurku
juga. “Mau apa kamu ke sini? Jangan kamu rusak anak muda gereja dengan barang haram yang kamu jual!” Kupandang wajah bapak itu, dan kukenali ia sebagai ayah dari salah satu anak yang merupakan pelangganku. Kelu lidahku, sulit aku untuk memberikan penjelasan pada mereka bahwa aku telah mengalami kelahiran baru di dalam Kristus, dua minggu yang lalu. Aku tinggalkan gereja itu dengan tubuh yang lunglai.
Bila kuingat masa itu, aku tahu bagaimana pergumulannya saat itu. Aku bergumul, apakah jalan Tuhan ini hanya omong kosong belaka? Mengapa bila kubaca Alkitab, Tuhan Yesus sangat limpah dengan kasih dan penerimaan namun mengapa saudara-saudara seimanku menolak diriku? Mengapa berita yang disampaikan melalui mimbar tidak nampak dalam kehidupan jemaat Tuhan? Bukankah perbuatan kita merefleksikan apa yang kita percayai di dalam hati? Ada saatnya kala itu, aku ingin kembali ke jalan hidupku yang lama. Namun aku tidak dapat, sebab kasih Yesus begitu besar dan di dalam Dia, aku menemukan arti hidup ini. Bagaimana aku bersikap terhadap pergumulan ini? Saat kuberdoa, ada suara yang berbisik dalam hatiku,”Hanya pandang pada Yesus, bila kau melihat pada manusia..maka kau akan kecewa.” Aku percaya itu adalah Roh Kudus, Roh yang mnghiburku…saat manusia yang lain membuang aku. Tuhan berpegang pada janjiNya bahwa barangsiapa datang padaNya tidak akan Ia buang (Yoh 6:37). Kini aku sadar
bahwa saudara-saudara seimanku pun masih dalam masa pertumbuhan rohani dan dapat mengecewakanku. Bahkan aku pun dapat mengecewakan orang sebab aku sendiri belum sempurna. Namun aku ingin bertumbuh terus agar rupa Kristus nampak melalui kehidupanku.
Beranjak dari pengalamanku pribadi kurang lebih 17 tahun yang lalu itu, aku tahu bahwa pada saat ini pun, ada orang-orang yang berhadapan dengan problem yang mungkin mirip denganku. Dan aku ingin menguatkanmu, jangan pernah mundur, Yesus terlalu berharga untuk ditinggalkan.
Ia perduli dan mau setiap kita bertumbuh di dalam Dia. Kita sebagai saudara seiman seharusnya saling mendukung dan mengasihi satu dengan yang lainnya. Mengapa jemaat mula-mula disukai banyak orang? Sebab mereka saling mengasihi dan menolong satu dengan yang lainnya hingga Kristus nampak dalam gaya hidup mereka sehari-hari. Orang kafir di Anthiokia-lah yang menyebut orang percaya sebagai orang Kristen, sebab mereka melihat gaya hidup yang berbeda.
My friend, kau tidak sendirian, Tuhan ada besertamu dan kami juga ada untukmu. Bila kalian butuh teman doa…teman berbagi beban….teman yang bersama-sama menangis denganmu…teman yang bersama-sama bersukacita saat masalah terpecahkan…kami masih belum sempurna namun kami memberi diri untuk melayani saudara.

Perangkap Tikus

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam “hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak ” Ada Perangkap Tikus di rumah….di rumah sekarang ada
perangkap tikus….”

Ia mendatangi ayam dan berteriak ” ada perangkap tikus”

Sang Ayam berkata ” Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.

Sang Kambing pun berkata ” Aku turut ber simpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan”

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sng ular berkata ” Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang
terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.

Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SO…SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA…PIKIRKANLAH SEKALI LAGI

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.