Orang dewasa selalu memerlukan penjelasan (orang dewasa tidak pernah memahami sesuatu seperti apa adanya, dan sungguh melelahkan bagi anak-anak kalau selalu HARUS memberikan penjelasan kepada mereka :-D )

Orang dewasa rasis (suka melihat penampilan only).

Orang dewasa menyukai angka (selalu mempertanyakan berapa umurnya? Berapa banyak kakak dan adiknya? Berapa beratnya? Berapa penghasilan ayahnya? bla bla bla…)
Anak-anak harus sabar dalam menghadapi orang dewasa :-D …pernahkah hal ini terpikirkan oleh kalian…para orang dewasa?

Orang dewasa menganggap diri mereka sendiri “orang yang serius!”, dan itu membuat mereka membengkak sombong (Jenis kepribadian ini salah satu tanda-tandanya adalah: senang menjumlahkan angka-angka :-D )

Orang dewasa sering kali angkuh dalam mengungkapkan perasaannya/apa yang diinginkannya.

Orang dewasa tertarik/menginginkan/mementingkan hal yang sebenarnya tidak “penting-penting” banget…seperti kekuasaan, status, pengakuan, pride, materi dsb.
Orang dewasa sering kali tidak mengerti alasan perbuatannya sendiri (they are confusing!). Orang dewasa sering kali tidak “jelas”.

Orang dewasa suka berusaha “memiliki” sesuatu yang “kurang” penting dan yang paling parah…pada akhirnya hanya menjadi “koleksi” mereka (tidak penting apakah mereka sudah melakukan sesuatu yg berguna bagi “koleksi”nya).

Orang dewasa sangat kaku, terikat oleh aturan-aturan yang mereka ciptakan sendiri, terlalu sibuk dengan sesuatu yang bukan dirinya sendiri.